VOL. 1NO. ----Sat24.10.26EDITION--:--

LOADING · TRADINGVIEW

SCIScience NO. ---

Model NASA: proyeksi kenaikan muka laut dari Thwaites berlipat ganda

Dengan memodelkan pita pencairan di bawah Gletser Thwaites sebagai zona selebar beberapa kilometer, peneliti jauh lebih cocok meniru kemunduran yang teramati satelit. Model memproyeksikan kenaikan muka laut hingga 30 mm pada 2100, tanpa pemanasan laut lebih lanjut.

By Published 6 min read
Citra NASA yang memperlihatkan es Gletser Thwaites di Antarktika Barat
NASA / JPL via Wikimedia Commons / Public domain · Source

Poin penting

  • Model lapisan es baru dari peneliti Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, UC Irvine, UCLA, Dartmouth College, dan UC San Diego memperlakukan dasar Gletser Thwaites di Antarktika sebagai "zona grounding" yang mencair selebar beberapa kilometer, bukan sebagai satu garis.
  • Setelah dikalibrasi dengan sekitar 25 tahun pengamatan satelit (1996–2023), model menunjukkan bahwa versi tanpa zona grounding sekitar empat kali lebih kecil kemungkinannya untuk mereproduksi mundurnya gletser yang teramati.
  • Pada kasus tertinggi yang cocok dengan pengamatan, Thwaites menambah muka laut rata-rata global hingga 30 ± 6 mm pada 2100. Angka itu sekitar dua kali rata-rata 15,2 mm dari ansambel model ISMIP6 yang dijalankan dengan kondisi yang sama, dan mengasumsikan tidak ada pemanasan laut lebih lanjut.
  • Studi ini memperkirakan peluang gletser terlepas dari Punggungan Mouginot yang menstabilkannya sebelum 2100 sekitar 45% hingga 60%, bergantung pada lebar zona. Pada sebagian simulasi, pelepasan terjadi paling cepat pada 2038.
  • Para penulis mencantumkan sejumlah keterbatasan penting. Lebar zona dibuat tetap, tepi depan es ditahan di tempatnya, dan pencairan oleh laut disederhanakan. Ilmuwan dari luar tim menyatakan proses di bawah gletser masih kurang dipahami.

Apa yang dilakukan studi ini

NASA menyoroti penelitian ini pada 20 Oktober 2026. Makalah berjudul "Sea-level contribution from Thwaites Glacier doubles in an observation-constrained ice-sheet model" itu terbit daring di Nature Communications pada 12 Oktober 2026. Penulisnya adalah Mattia Poinelli, Eric Rignot, Hélène Seroussi, Joshua Cuzzone, Tyler Pelle, dan Eric Larour, yang berafiliasi dengan UCLA, NASA JPL, UC Irvine, Thayer School of Engineering di Dartmouth College, serta Scripps Institution of Oceanography di UC San Diego.

Tim menggunakan Ice-sheet and Sea-level System Model (ISSM) yang dikembangkan di JPL. Fokus mereka adalah satu detail yang disederhanakan oleh kebanyakan model berskala benua. Gletser seperti Thwaites bertumpu pada batuan dasar, lalu terangkat dan mengapung di laut. Model biasanya menggambarkan peralihan itu sebagai batas tegas yang disebut garis grounding. Studi radar satelit selama sepuluh tahun terakhir menunjukkan kenyataannya lebih rumit. Pasang surut melenturkan es naik-turun, dan air laut dapat menyusup beberapa kilometer ke daratan di bawah es yang secara teknis masih bertumpu, lalu mencairkannya dari bawah.

Penelitian sebelumnya yang dipimpin UC Irvine turut membuktikan hal ini. Pada Mei 2024 universitas itu melaporkan sebuah studi di Proceedings of the National Academy of Sciences yang memakai data satelit radar komersial ICEYE dari Maret hingga Juni 2023. Studi itu menggambarkan air laut hangat bertekanan yang menyusup berkilo-kilometer ke bawah es Thwaites yang masih bertumpu. Makalah baru ini mengambil pengamatan tersebut dan memasukkannya ke dalam model aliran es yang berorientasi ke masa depan.

Mengapa zona grounding penting

Dalam model ini, zona grounding adalah pita dengan lebar tertentu tempat pencairan oleh laut dibiarkan bekerja pada es yang masih bertumpu. Para peneliti tidak menetapkan lebar maupun laju pencairan secara manual. Mereka menjalankan kalibrasi Bayesian yang dimulai dari 10.000 sampel prior dan memakai kisi 105 simulasi. Setiap simulasi dibandingkan dengan rekaman satelit antara 1996 dan 2023: mundurnya garis grounding di batang utama dan Eastern Ice Shelf, pelepasan es, penipisan, dan percepatan aliran permukaan. Pengamatan itu berasal dari rekaman antara lain ICESat, ICESat-2, dan CryoSat.

Hasil yang paling cocok berkumpul pada zona grounding selebar 2 hingga 5 km, dengan laju pencairan 90 hingga 120 meter es per tahun. Lebar tunggal yang paling mungkin sekitar 3 km. Simulasi yang memakai garis grounding tegas tradisional, tanpa zona, sekitar empat kali lebih kecil kemungkinannya untuk mereproduksi tren historis. Ringkasan NASA menyebut hal ini sebagai kecocokan yang jauh lebih dekat dengan mundurnya gletser yang teramati satelit sejak 1990-an. Dirata-ratakan atas kasus-kasus yang dikaji, penambahan zona grounding apa pun menaikkan proyeksi sumbangan terhadap muka laut sebesar 51% dibandingkan pendekatan tradisional.

Angka-angkanya: proyeksi menurut lebar zona grounding

Untuk proyeksinya, tim menahan gaya pendorong laut dan iklim pada rata-rata 1996–2023 dan menerapkan laju pencairan 110 m per tahun. Tabel berikut menunjukkan bagaimana hasil 2100 bergantung pada lebar zona.

Lebar zona groundingProyeksi sumbangan terhadap muka laut pada 2100Peluang terlepas dari Punggungan Mouginot pada 2100
Tidak ada (garis grounding tegas)8,3 ± 3,0 mmTidak mundur melewati punggungan
1 ± 1 km14,3 ± 3,1 mmTidak mundur melewati punggungan
3 ± 1 km (lebar paling mungkin)19,4 ± 5,2 mmSekitar 45% (kasus 2–3 km)
5 ± 1 km30,1 ± 5,7 mmSekitar 60% (kasus 4–6 km)
Rata-rata ansambel ISMIP6, gaya pendorong sama (pembanding)15,2 ± 21,8 mmt.a.

Sumber: Poinelli et al., Nature Communications (2026), teks lengkap akses terbuka melalui PubMed Central. Nilai "±" adalah ketidakpastian yang dilaporkan para penulis.

Karena itu, angka utama perlu dibaca dengan cermat. "Berlipat ganda" merujuk pada kasus 5 km, ujung atas rentang yang paling cocok. Kasus ini menghasilkan sekitar 30 mm, kira-kira dua kali rata-rata ISMIP6. Kasus 3 km yang secara statistik paling mungkin menghasilkan 19,4 mm. Angka itu lebih rendah dari 30 mm, tetapi masih sekitar 30% di atas rata-rata ansambel. Setiap kasus yang memasukkan zona grounding berada di separuh atas rentang ketidakpastian ansambel sebelumnya yang lebar.

Perbedaan terpenting antarkasus adalah Punggungan Mouginot, tonjolan dasar laut yang saat ini menahan sebagian gletser di tempatnya. Tanpa zona, atau dengan zona yang sempit, gletser dalam model tetap bertumpu pada punggungan hingga 2100. Dengan zona yang lebih lebar, pencairan di dasar mempercepat "pelepasan" itu. Rata-rata tahun pelepasan adalah 2088 untuk zona 2 km dan 2065 untuk zona 3 km. Pada lebar 5–6 km, pelepasan dapat terjadi paling cepat pada 2038. Begitu es terbebas dari punggungan semacam itu, kemunduran ke cekungan yang lebih dalam dapat semakin cepat.

Apa artinya

Tiga puluh milimeter, sekitar 1,2 inci, terdengar kecil. Namun angka itu berasal dari satu gletser, dalam kurun sekitar 75 tahun, tanpa pemanasan laut tambahan. Makalah ini menyebut total setara muka laut dari Thwaites sekitar 65 cm. Dalam model, penambahan pemanasan laut 0,5–0,7 °C menaikkan proyeksi kehilangan es sekitar 15% lagi. Jadi hasil ini paling tepat dibaca sebagai panduan tentang seberapa peka proyeksi terhadap satu proses, bukan sebagai skenario terburuk.

Bagi para perencana, pokok utamanya menyangkut metode. Jika proyeksi yang bertumpu pada garis grounding tegas secara sistematis meremehkan kemunduran gletser, perkiraan muka laut regional yang dipakai untuk pertahanan pesisir juga bisa terlalu rendah. Rignot mengatakan kepada CNN bahwa hasil ini "memprediksi risiko dan keterpaparan terhadap banjir pesisir yang lebih besar daripada yang diperkirakan dalam beberapa dekade mendatang." Ted Scambos dari University of Colorado Boulder, yang tidak terlibat dalam studi, menyebut kepada CNN bahwa penelitian ini berpotensi menjadi "pengubah permainan yang nyata bagi prakiraan muka laut dari Thwaites."

Ketidakpastian yang tersisa

Para penulis mencantumkan beberapa penyederhanaan yang dapat menggeser hasil ke arah mana pun:

  • Lebar zona tetap: Lebar zona grounding adalah konstanta rata-rata waktu. Lebar ini tidak berubah mengikuti kemiringan dasar, pasang surut, atau tekanan air di bawah es, dan para penulis menyerukan versi yang berkembang seiring waktu.
  • Tanpa calving: Tepi depan es sengaja ditahan tetap, sehingga pelepasan bongkahan es (calving) dan mundurnya tepi depan es tidak dimodelkan.
  • Laut yang disederhanakan: Pencairan mengikuti rumus berbasis kedalaman, bukan model sirkulasi laut lengkap. Perubahan kedalaman lapisan air hangat dan variasi antartahun tidak disertakan.
  • Dasar dan gesekan: Gesekan di dasar tidak berubah seiring waktu, aliran air di bawah gletser tidak disertakan, dan topografi dasar masih belum pasti. Model melebih-lebihkan mundurnya Eastern Ice Shelf sekitar 15 km.
  • Data yang minim: Pengukuran langsung di bawah paparan es jarang dilakukan, sehingga membatasi seberapa ketat laju pencairan dapat dibatasi.

Peneliti independen mengimbau kehati-hatian. Robert Larter, ahli geofisika kelautan di British Antarctic Survey, mengatakan kepada CNN bahwa "masih banyak yang perlu kita ketahui tentang proses di zona grounding." Ia menambahkan bahwa kondisi di bawah Thwaites lebih kompleks daripada yang digambarkan makalah tersebut. Menurut laporan CNN, tim berencana memasang instrumen di gletser itu pada 2028 untuk mengumpulkan data lapangan yang dapat menguji asumsi model.

Pertanyaan umum

Apa itu zona grounding?

Zona grounding adalah wilayah tempat gletser beralih dari bertumpu pada batuan dasar menjadi mengapung di laut. Di sana air laut dapat menyusup beberapa kilometer ke bawah es yang masih bertumpu dan mencairkannya dari bawah. Sebagian besar model menyederhanakan wilayah ini sebagai satu garis.

Berapa besar sumbangan Gletser Thwaites terhadap muka laut pada 2100?

Studi ini memproyeksikan 8,3 mm tanpa zona grounding dan hingga 30,1 ± 5,7 mm dengan zona selebar 5 km. Kasus 3 km yang paling mungkin menghasilkan 19,4 ± 5,2 mm. Semua angka ini mengasumsikan kondisi laut tetap pada rata-rata 1996–2023.

Mengapa model baru ini disebut berlipat ganda?

Dengan gaya pendorong yang sama, rata-rata ansambel multimodel ISMIP6 adalah 15,2 mm pada 2100. Kasus teratas yang cocok dengan pengamatan dalam studi baru, sekitar 30 mm, kira-kira dua kali angka tersebut.

Apa itu Punggungan Mouginot?

Punggungan Mouginot adalah punggungan dasar laut yang saat ini menahan sebagian Gletser Thwaites di tempatnya. Studi ini memperkirakan peluang 45% hingga 60% gletser terlepas darinya sebelum 2100, bergantung pada lebar zona grounding. Pada sebagian simulasi, pelepasan terjadi paling cepat pada 2038.

Seberapa pasti hasilnya?

Para penulis mencatat beberapa penyederhanaan: lebar zona grounding yang tetap, tidak ada pelepasan bongkahan es (calving), pencairan oleh laut yang disederhanakan, dan data yang minim dari bawah es. Ilmuwan independen menyatakan masih banyak hal tentang proses di zona grounding yang belum diketahui.

Sumber

SCIMore in Science

See all

Latest elsewhereDate · Title · Reading time

  1. IHSG naik 0,95% ke 5.439, semua sektor menguat (23 Okt)

    IHSG mencatat penguatan keempat beruntun dan memimpin bursa Asia, ditopang saham konsumen, industri, dan energi. Investor asing masih melepas saham dan rupiah melemah akibat kekhawatiran pasokan energi.

    MKT · 6 MIN
  2. IHSG hari ini 22 Okt 2026: naik 1,12% saat rupiah melemah

    IHSG menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, dipimpin saham bank BUMN dan pembelian oleh Danantara, sementara investor asing terus menjual dan rupiah melemah setelah Bank Indonesia menahan suku bunga dan memangkas giro wajib minimum.

    MKT · 6 MIN
  3. Bank Indonesia Tahan BI-Rate 5,75%, Meleset dari Ekspektasi Kenaikan

    Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada 21 Oktober 2026, berbeda dari ekspektasi kenaikan ke 6%, tetapi menaikkan suku bunga Deposit Facility ke 5,00% serta memakai insentif lindung nilai dan penurunan GWM untuk menopang rupiah.

    ECON · 7 MIN
  4. Advanced Shader Delivery dijelaskan: apa yang dibawa driver Nvidia

    Driver Game Ready 621.01 dari Nvidia membawa Advanced Shader Delivery milik Microsoft ke kartu GeForce RTX setelah AMD. Begini cara shader prakompilasi memangkas waktu muat awal dan stutter, apa saja syaratnya, dan klaim toko mana yang belum dikonfirmasi.

    GAME · 8 MIN