VOL. 1NO. ----Sat24.10.26EDITION--:--

LOADING · TRADINGVIEW

ECONEconomy NO. ---

Bank Indonesia Tahan BI-Rate 5,75%, Meleset dari Ekspektasi Kenaikan

Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75% pada 21 Oktober 2026, berbeda dari ekspektasi kenaikan ke 6%, tetapi menaikkan suku bunga Deposit Facility ke 5,00% serta memakai insentif lindung nilai dan penurunan GWM untuk menopang rupiah.

By Published 7 min read
USD/IDR price chart over the past 1 month, +0.54%
Illustration: Bullquill chart, data: Yahoo Finance (original)

Poin penting

  • Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% seusai Rapat Dewan Gubernur 20–21 Oktober 2026. Ini penahanan keempat berturut-turut sejak kenaikan total 100 basis poin pada Mei dan Juni.
  • Siaran pers resmi menegaskan suku bunga Deposit Facility dinaikkan 25 bps menjadi 5,00%, sedangkan suku bunga Lending Facility tetap 6,50%. Sejumlah media lokal memberitakan suku bunga deposit tidak berubah, tetapi laporan itu keliru.
  • Banyak ekonom dan pelaku pasar memperkirakan kenaikan ke 6,00%. BI justru memakai "bauran kebijakan": lindung nilai yang lebih murah bagi investor asing dan penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) perbankan secara bertahap.
  • Menurut BI, rupiah ditutup di Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober, lalu diperdagangkan di sekitar 18.040 pada 21 Oktober saat keputusan diumumkan.

Bank Indonesia tahan BI-Rate di 5,75%: apa yang diputuskan

Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate di 5,75% pada 21 Oktober 2026. Keputusan ini mengejutkan banyak ekonom yang memperkirakan bank sentral akan menaikkannya ke 6,00% untuk menahan pelemahan rupiah. Gubernur Destry Damayanti mengumumkan keputusan itu setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) selama dua hari. Menurut laporan media Indonesia dari konferensi pers, ia menyatakan arah kebijakan moneter "tetap konsisten".

Namun, keputusan ini bukan sekadar penahanan. Siaran pers resmi BI (No. 28/233/DKom) menyebutkan Dewan Gubernur memutuskan menahan BI-Rate sekaligus "menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 5,00%." Suku bunga tersebut berada di 4,75% sejak kenaikan Juni. Suku bunga Lending Facility, batas atas koridor overnight BI, dibiarkan di 6,50%. Dengan batas bawah yang lebih tinggi dan batas atas yang tetap, koridor menyempit dari 175 menjadi 150 basis poin.

Angka Deposit Facility penting karena media Indonesia berbeda pendapat soal ini pada hari pengumuman. CNN Indonesia memberitakan Deposit Facility "dipertahankan" di 5%. Siaran pers BI, ringkasan bauran kebijakan lengkap dari Kontan, dan FXStreet semuanya menyebut kenaikan 25 bp menjadi 5,00%. Bullquill memakai siaran pers bank sentral sebagai rujukan resmi.

Suku bunga kebijakan setelah RDG Oktober 2026

Suku bungaSebelum (sejak 18 Jun 2026)Sesudah (21 Okt 2026)Perubahan
BI-Rate5,75%5,75%Tetap
Deposit Facility4,75%5,00%+25 bps
Lending Facility6,50%6,50%Tetap
GWM, bank umum konvensional9%8% mulai 1 Nov; 7% mulai 1 Des−200 bps (bertahap)
GWM, bank umum syariah7,5%6,5% mulai 1 Nov; 5,5% mulai 1 Des−200 bps (bertahap)

Sumber: siaran pers Bank Indonesia No. 28/233/DKom (21 Oktober 2026); level sebelumnya dari keputusan BI Juni 2026 sebagaimana diberitakan IDNFinancials.

Jalan menuju keputusan ini: kenaikan 100 bps sepanjang 2026

BI mengawali tahun dengan BI-Rate di 4,75%. Ketika rupiah melemah pada kuartal kedua, BI mengetatkan kebijakan dengan cepat:

  • 19–20 Mei: kenaikan 50 bp menjadi 5,25%. Siaran pers BI menunjukkan Deposit Facility di 4,25% dan Lending Facility di 6,00% setelah langkah itu.
  • 9 Juni: kenaikan 25 bp di luar jadwal menjadi 5,50%, yang secara tegas disebut sebagai langkah lanjutan untuk menstabilkan rupiah.
  • 17–18 Juni: kenaikan 25 bp lagi menjadi 5,75%, membawa Deposit Facility dan Lending Facility ke 4,75% dan 6,50%.

BI kemudian menahan suku bunga di 5,75% pada Juli, Agustus, dan September. Oktober menjadi penahanan keempat berturut-turut.

Mengapa Destry memilih menahan alih-alih menaikkan

Menjelang rapat, tekanan untuk menaikkan suku bunga terlihat jelas. Kontan memberitakan pada 18 Oktober bahwa BI diproyeksikan menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 6% pada Oktober, dan mengutip ekonom Bank Danamon yang memperkirakan suku bunga berpotensi mencapai 6,25% pada akhir 2026. Bisnis.com melaporkan sebagian besar ekonom dan analis yang disurveinya memperkirakan kenaikan ke 6,00%. FXStreet menggambarkan hasilnya sebagai "berlawanan dengan ekspektasi pasar" akan kenaikan. Tidak semua peramal sependapat: Brown Brothers Harriman mencatat pasar terbelah.

Siaran pers BI dan pernyataan Destry memberikan tiga alasan utama untuk memilih bauran kebijakan ketimbang kenaikan suku bunga.

1. Menyasar aliran modal secara langsung

Kali ini, alat utama BI untuk rupiah adalah lindung nilai, bukan suku bunga kebijakan. BI memperbesar potongan premi lindung nilai domestic non-deliverable forward (DNDF) untuk pendanaan asing, seperti aliran masuk portofolio, pinjaman luar negeri perbankan, dan PMA. Potongan naik dari 25% menjadi 40% untuk kontrak enam bulan dan dari 30% menjadi 45% untuk kontrak 12 bulan. Menurut BI, insentif serupa telah menarik aliran masuk asing sekitar US$9,9 miliar sejak Juni 2026, per 20 Oktober. Kenaikan suku bunga Deposit Facility juga sedikit mengetatkan likuiditas rupiah jangka pendek tanpa menaikkan suku bunga acuan yang menjadi dasar harga kredit. MUFG menyebut langkah ini "asimetris".

2. Inflasi masih dalam sasaran

Inflasi IHK tercatat 3,28% secara tahunan pada September, naik dari 3,19%, dan inflasi inti 2,84%, menurut BI. Keduanya berada dalam kisaran sasaran 2,5% ±1% untuk 2026 dan 2027. Kenaikan terutama berasal dari harga pangan bergejolak (5,03%), yang dikaitkan BI dengan gangguan pasokan akibat cuaca. Inflasi pangan semacam ini kurang responsif terhadap suku bunga.

3. Menjaga pertumbuhan dan kredit

Siaran pers menekankan bahwa kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran tetap "pro-pertumbuhan". BI memproyeksikan pertumbuhan PDB 2026 sebesar 4,9–5,7% dan pertumbuhan kredit 8–12%. Kredit perbankan tumbuh 13,26% secara tahunan pada September, tetapi dana pihak ketiga hanya tumbuh 8,22%. BI menyatakan pertumbuhan simpanan perlu diperkuat. Penurunan GWM dalam dua tahap melepaskan likuiditas ke perbankan. Bersama kalibrasi ulang insentif likuiditas makroprudensial, langkah ini dimaksudkan agar penyaluran kredit tetap berjalan sementara suku bunga kebijakan tidak berubah.

Rupiah dan aliran modal: angka yang dipantau BI

IndikatorNilai terakhirPeriode / data perSumber
Penutupan USD/IDRRp17.98520 Okt 2026 (−0,61% dibanding akhir Sept)Bank Indonesia
USD/IDR intrahari~18.04021 Okt 2026, 07.16 UTCFXStreet
Cadangan devisaUS$146,3 miliarAkhir Sept 2026 (5,3 bulan impor)Bank Indonesia
Aliran portofolio, kuartal IV hingga kiniMasuk neto US$0,66 miliarHingga 19 Okt 2026Bank Indonesia
Aliran portofolio, kuartal IIIKeluar neto US$0,08 miliarKuartal III 2026Bank Indonesia
Neraca perdaganganSurplus US$3,55 miliarAgt 2026Bank Indonesia
Inflasi IHK3,28% yoy (inti 2,84%)Sept 2026Bank Indonesia

Kondisi eksternal masih sulit. Siaran pers BI menyoroti ketegangan di Timur Tengah yang membuat harga minyak tetap tinggi, kebijakan moneter AS yang diperkirakan tetap ketat lebih lama, dan dolar AS yang kuat. BI juga mencatat lemahnya sentimen asing terhadap saham Indonesia. Arus keluar dari pasar saham diperparah oleh konsultasi MSCI mengenai kemungkinan reklasifikasi Indonesia dari status Emerging Market menjadi Standalone Market, yang telah Bullquill bahas secara rinci di sini. Menurut BBH, MSCI memperkirakan akan mengumumkan keputusan final paling lambat akhir Juni 2027.

Data BI menunjukkan aliran masuk Oktober terutama mengalir ke SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia) dan surat berharga negara, sementara pasar saham mencatat arus keluar. Insentif lindung nilai yang baru ditujukan untuk dana obligasi semacam itu.

Apa artinya

Bagi rupiah: BI bertaruh dapat menstabilkan mata uang dengan alat yang terarah, bukan dengan kenaikan suku bunga yang berdampak luas. Analis belum yakin langkah itu cukup. MUFG menyatakan kebijakan tersebut dapat memperlambat depresiasi rupiah, tetapi kecil kemungkinan membalikkannya selama imbal hasil AS, harga energi, dan arus keluar dari pasar saham tetap tinggi; MUFG memproyeksikan USD/IDR di 18.350 pada akhir 2026. BBH juga menyoroti defisit transaksi berjalan yang melebar, yang diproyeksikan BI sebesar 1,6–2,4% dari PDB pada 2026, sebagai sumber tekanan. Ini adalah proyeksi lembaga, bukan kepastian.

Bagi peminjam dan perbankan: Karena BI-Rate tidak berubah, harga kredit semestinya tidak mendapat dorongan kenaikan baru dalam waktu dekat. Penurunan GWM menambah likuiditas mulai November. Kenaikan suku bunga Deposit Facility memberi bank imbal hasil yang lebih baik atas kelebihan dana yang ditempatkan di BI. Hal itu dapat sedikit mengangkat suku bunga pasar uang jangka pendek.

Bagi arah kebijakan: Penahanan ini tidak menutup peluang pengetatan lanjutan. Siaran pers BI mencatat "kemungkinan kuat" kenaikan lanjutan Fed Funds Rate AS. Penjelasan Bullquill tentang perdebatan Federal Reserve pada Oktober membahas risiko tersebut. Kenaikan suku bunga The Fed akan menambah tekanan baru pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sejumlah ekonom yang dikutip sebelum rapat, termasuk dari Bank Danamon, masih memperkirakan BI-Rate di 6,00–6,25% pada akhir tahun. Untuk reaksi pasar saham domestik di sekitar keputusan ini, lihat rangkuman harian saham Indonesia 21 Oktober. Konteks politiknya ada dalam laporan kami tentang unjuk rasa menandai dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo.

Yang belum diketahui: apakah insentif lindung nilai akan mendatangkan aliran masuk obligasi yang cukup untuk mengimbangi arus keluar saham terkait MSCI, dan bagaimana BI akan bereaksi bila rupiah bergerak tegas melewati Rp18.000. BI belum memublikasikan ambang batas apa pun, dan pandangan apa pun mengenai hal itu hanyalah spekulasi.

Pertanyaan umum

Berapa BI-Rate setelah RDG Oktober 2026?

Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% pada Rapat Dewan Gubernur 20–21 Oktober 2026. Ini penahanan keempat berturut-turut setelah kenaikan total 100 basis poin pada Mei dan Juni 2026.

Apakah Bank Indonesia mengubah suku bunga Deposit Facility pada Oktober 2026?

Ya. Menurut siaran pers resmi Bank Indonesia, suku bunga Deposit Facility dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,00%, sedangkan suku bunga Lending Facility tetap 6,50%.

Mengapa Bank Indonesia tidak menaikkan suku bunga pada Oktober 2026?

Bank Indonesia memilih bauran kebijakan: insentif lebih besar untuk lindung nilai DNDF guna menarik aliran masuk modal asing, kenaikan suku bunga Deposit Facility, dan penurunan Giro Wajib Minimum secara bertahap. Inflasi (3,28% pada September) masih berada dalam sasaran 2,5% ±1%, dan bank sentral menyatakan ingin terus mendukung pertumbuhan.

Berapa kurs rupiah setelah keputusan BI?

Bank Indonesia melaporkan rupiah ditutup di Rp17.985 per dolar AS pada 20 Oktober 2026. FXStreet melaporkan USD/IDR diperdagangkan di sekitar 18.040 pada 21 Oktober 2026.

Sumber

Artikel ini hanya untuk informasi dan bukan saran investasi.

ECONMore in Economy

See all

Latest elsewhereDate · Title · Reading time

  1. IHSG naik 0,95% ke 5.439, semua sektor menguat (23 Okt)

    IHSG mencatat penguatan keempat beruntun dan memimpin bursa Asia, ditopang saham konsumen, industri, dan energi. Investor asing masih melepas saham dan rupiah melemah akibat kekhawatiran pasokan energi.

    MKT · 6 MIN
  2. IHSG hari ini 22 Okt 2026: naik 1,12% saat rupiah melemah

    IHSG menguat untuk sesi ketiga berturut-turut, dipimpin saham bank BUMN dan pembelian oleh Danantara, sementara investor asing terus menjual dan rupiah melemah setelah Bank Indonesia menahan suku bunga dan memangkas giro wajib minimum.

    MKT · 6 MIN
  3. Advanced Shader Delivery dijelaskan: apa yang dibawa driver Nvidia

    Driver Game Ready 621.01 dari Nvidia membawa Advanced Shader Delivery milik Microsoft ke kartu GeForce RTX setelah AMD. Begini cara shader prakompilasi memangkas waktu muat awal dan stutter, apa saja syaratnya, dan klaim toko mana yang belum dikonfirmasi.

    GAME · 8 MIN
  4. eBay pangkas sekitar 9% karyawan, PHK gelombang kedua tahun ini

    CEO Jamie Iannone memberi tahu staf bahwa eBay akan memangkas sekitar 9% karyawannya untuk menyederhanakan operasi. Perkiraan berkisar sekitar 1.000 hingga 1.100 pekerjaan, setelah pemangkasan 6% pada Februari dan pada tahun ketika saham naik hampir 40%.

    BIZ · 6 MIN