MKTMarkets NO. ---
IHSG Turun 1,22% pada 26 Okt 2026, Rupiah Melemah ke 18.135
IHSG memutus reli empat hari beruntun karena kenaikan harga minyak menekan rupiah ke penutupan terlemah sejak Juni. Semua sektor turun dan investor asing terus menjual saham bank besar.
Poin penting
- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 66,17 poin atau 1,22% ke 5.373,09 pada Senin, 26 Oktober 2026, sekaligus memutus reli empat hari beruntun, menurut data penutupan BEI yang dilaporkan IDX Channel dan CNBC Indonesia.
- Indeks LQ45, yang berisi saham besar dan likuid, turun 4,89 poin atau 0,89% ke 542,16, menurut Kontan.
- Rupiah melemah 0,30% ke 18.135 per dolar AS di pasar spot, penutupan terlemah sejak awal Juni, lapor Kontan; kurs referensi JISDOR Bank Indonesia naik ke 18.116,00.
- Semua indeks sektoral turun. Infrastruktur (−2,47%), energi (−2,36%), dan teknologi (−2,06%) turun paling dalam, menurut IDX Channel dan Kontan.
- Investor asing mencatat jual neto Rp1,14 triliun di pasar reguler pada sesi pertama, dipimpin Bank Central Asia (BBCA), lapor Bloomberg Technoz.
Rekap sesi
Saham Indonesia turun 1,22% pada Senin karena rupiah yang melemah dan harga minyak yang naik menekan sentimen setelah reli kuat IHSG pekan lalu. Untuk gambaran regional yang lebih luas, lihat pasar Asia dan global hari ini; sesi Jumat dibahas dalam ringkasan IHSG 23 Oktober.
Indeks dibuka sedikit menguat di 5.442,30 dan mencapai level tertinggi harian 5.453,65 di awal sesi pertama, menurut CNBC Indonesia. Aksi jual kemudian mendominasi, dan indeks menyentuh level terendah 5.349,75 sebelum pukul 10.00 WIB (03.00 UTC). Saat jeda siang, indeks turun sekitar 1% di 5.384. Sesi kedua tidak membawa pemulihan. Indeks ditutup di 5.373,09, menyerahkan sebagian kenaikan 4,90% pekan lalu.
| Instrumen | Penutupan/Level | Perubahan | Perubahan % | Per (UTC) | Sumber |
|---|---|---|---|---|---|
| Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) | 5.373,09 | −66,17 | −1,22% | 2026-10-26 09:00 | BEI via IDX Channel, CNBC Indonesia |
| LQ45 | 542,16 | −4,89 | −0,89% | 2026-10-26 09:00 | BEI via Kontan |
| USD/IDR spot (rupiah per dolar) | 18.135,00 | +55,00 | +0,30% | 2026-10-26 08:00 | Data Bloomberg via Kontan |
| JISDOR Bank Indonesia (USD/IDR) | 18.116,00 | +47,00 | +0,26% | 2026-10-26 08:15 | Bank Indonesia |
Perubahan dihitung dari penutupan sebelumnya: IHSG 5.439,26 dan LQ45 547,05 pada 23 Oktober, rupiah spot 18.080 pada 23 Oktober, dan JISDOR 18.069,00 pada 23 Oktober. Angka USD/IDR yang lebih tinggi berarti rupiah lebih lemah.
Aksi jual merata. IDX Channel mencatat 542 saham turun berbanding 174 saham naik, dengan 247 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp14,74 triliun dengan volume 32,79 miliar saham dalam sekitar 1,78 juta kali transaksi. Di antara anggota LQ45, Kontan mencatat Solusi Sinergi Digital (WIFI, −6,73%), Merdeka Copper Gold (MDKA, −5,94%), dan Merdeka Battery Materials (MBMA, −5,85%) sebagai penurun terbesar. Unilever Indonesia (UNVR, +1,79%), Bank Negara Indonesia (BBNI, +1,46%), dan Adaro Andalan Indonesia (AADI, +1,32%) menjadi penguat terbesar.
Pendorong pergerakan
Rupiah melemah dan harga minyak naik
Bloomberg Technoz mengaitkan pembalikan indeks dengan pelemahan rupiah yang berlanjut. Menurut laporan itu, rupiah tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah dunia. Kontan melaporkan sebagian besar mata uang Asia juga melemah, dengan peso Filipina turun 0,54%. Indonesia adalah importir neto minyak, sehingga kenaikan harga minyak mentah menambah tagihan impor dan biaya subsidi BBM. Hal itu cenderung membebani rupiah dan anggaran pemerintah.
Ketegangan di Timur Tengah
Menurut Warta Ekonomi, serangan kelompok Houthi Yaman yang berpihak pada Iran terhadap sasaran di Arab Saudi memicu kekhawatiran atas pelayaran di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb. Laporan itu menyebut perundingan diplomatik yang melibatkan Qatar, Iran, AS, Arab Saudi, Turki, dan Pakistan sempat menumbuhkan harapan meredanya ketegangan. Namun, pernyataan Presiden AS Donald Trump membuat risiko eskalasi tetap terbuka. KOSPI Korea Selatan juga turun pada Senin pagi, dan media setempat mengaitkan pergerakan itu dengan harga minyak dan ketegangan Iran.
Jual asing, dipimpin bank besar
Investor asing terus menjual. Bloomberg Technoz melaporkan jual neto asing Rp1,14 triliun di pasar reguler pada sesi pertama. Nilai terbesar tercatat di BBCA (Rp201,92 miliar), Bank Mandiri (BMRI, Rp129,94 miliar), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI, Rp89,67 miliar). Angka sehari penuh belum terkonfirmasi oleh dua sumber saat ringkasan ini ditulis. Kontan menyebut asing mencatat jual neto Rp8 triliun di pasar reguler selama pekan 19–23 Oktober, meski indeks naik. Analisis kami tentang jual asing dan tinjauan MSCI menjelaskan latar belakangnya.
Ambil untung setelah rebound tajam
IHSG naik 4,90% dalam pekan yang berakhir 23 Oktober, lapor Kontan. Kenaikan itu membuka ruang koreksi begitu risiko mata uang dan minyak kembali muncul. Penurunan luas di semua sektor, termasuk indeks energi yang didominasi komoditas, menunjukkan pergerakan ini didorong selera risiko secara umum, bukan kabar dari satu perusahaan.
Pantauan politik & kebijakan
- Tekanan fiskal. Analis pasar Ibrahim Assuaibi, dikutip Warta Ekonomi, mengatakan harga minyak mentah Indonesia (ICP) rata-rata US$91,9 per barel hingga September, jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar US$70. Ia menyebut belanja subsidi BBM dan kompensasi energi mencapai Rp376,8 triliun hingga 30 September, naik 54,1% dari setahun sebelumnya. Menurutnya, harga minyak yang lebih tinggi, rupiah yang lebih lemah, dan imbal hasil obligasi yang naik dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah.
- Bank Indonesia. Bank Indonesia menahan suku bunga acuan di 5,75%, dan cadangan devisa tercatat US$146,5 miliar, kata analis Indo Premier Sekuritas David Kurniawan dalam keterangan yang dikutip Kontan. Rincian lebih lanjut ada di laporan kami tentang keputusan BI menahan suku bunga pada Oktober.
- Aturan indeks dan MSCI. Bursa Efek Indonesia menyatakan akan mengeluarkan sekitar 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC), yang bobotnya sekitar 18% dari indeks, dari perhitungan IHSG, menurut Bisnis dan The Star. Kurniawan mengatakan transparansi pasar dan kelayakan investasi menjelang pengumuman indeks MSCI berikutnya masih menjadi perhatian investor asing.
Yang perlu dipantau
| Tanggal | Peristiwa | Mengapa penting |
|---|---|---|
| 26–30 Okt 2026 | Laporan keuangan kuartal III emiten besar Indonesia | Laba bank dan emiten komoditas berbobot besar di indeks (Indo Premier via Kontan) |
| 27–28 Okt 2026 | Rapat kebijakan Federal Reserve AS; keputusan 28 Okt, 18.00 UTC | Suku bunga AS menggerakkan dolar dan arus dana asing ke pasar negara berkembang (kalender Federal Reserve) |
| 29 Okt 2026 | Data inflasi inti PCE AS | Indikator inflasi utama The Fed, disorot analis yang dikutip Warta Ekonomi |
| Setiap hari, 08.15 UTC | Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia | Acuan resmi level harian rupiah |
| Tanggal belum diumumkan | Pengumuman tinjauan indeks MSCI | Dapat memengaruhi arus dana asing pasif ke saham Indonesia |
Untuk kemungkinan jalannya rapat The Fed, lihat penjelasan kami tentang perdebatan Fed bulan Oktober.
Daftar periksa risiko
- Risiko mata uang: Bagi investor di luar Indonesia, imbal hasil saham IHSG juga bergantung pada rupiah. Pelemahan rupiah 0,30% memangkas imbal hasil dalam dolar meski harga saham tidak berubah.
- Kepekaan terhadap minyak: Sebagai importir neto minyak, mata uang dan anggaran Indonesia peka terhadap harga minyak mentah dan kabar dari Timur Tengah. Pergerakannya bisa mendadak.
- Data arus asing: Angka arus asing per sesi dan sehari penuh sering berbeda antarpenyedia data. Periksa data resmi bursa sebelum menarik kesimpulan.
- Perubahan indeks: Dikeluarkannya saham HSC dari perhitungan IHSG dapat mengubah perilaku indeks dibandingkan periode sebelumnya.
- Agenda terjadwal: Keputusan The Fed, data inflasi AS, dan laporan keuangan emiten dapat memicu lonjakan atau penurunan harga yang tajam. Catat tanggalnya sejak awal.
- Likuiditas: Saham kecil yang jarang diperdagangkan dapat bergerak sebesar batas auto reject atas atau bawah dalam satu sesi, sehingga sulit untuk keluar di harga yang diinginkan.
Pertanyaan umum
Kenapa IHSG turun hari ini?
IHSG turun 1,22% ke 5.373,09 pada 26 Oktober 2026. Bloomberg Technoz mengaitkan penurunan itu dengan pelemahan rupiah yang tertekan kenaikan harga minyak mentah, serta aksi jual asing yang berlanjut di saham bank besar. Indeks juga menyerahkan sebagian kenaikan 4,90% pada pekan sebelumnya.
Apa itu kurs JISDOR?
JISDOR adalah kurs referensi harian Bank Indonesia untuk dolar AS terhadap rupiah. Kurs ini dihitung dari transaksi spot antarbank pukul 09.00–15.00 WIB dan diumumkan sekitar pukul 15.15 WIB (08.15 UTC). JISDOR adalah kurs acuan, bukan kurs jual atau beli yang ditawarkan bank.
Mengapa harga minyak memengaruhi rupiah dan saham Indonesia?
Indonesia adalah importir neto minyak. Kenaikan harga minyak mentah menambah biaya impor dan subsidi BBM, yang dapat memperlebar defisit anggaran dan melemahkan rupiah. Rupiah yang lebih lemah pada gilirannya dapat mendorong investor asing menjual aset Indonesia.
Artikel ini hanya untuk informasi dan bukan saran investasi.
Market context · Chart
TradingViewLOADING · TRADINGVIEW
Data delayed per exchange · not investment advice