BIZBusiness NO. ---
Berkas pailit: Disney siapkan US$180 juta untuk staf Character.AI
Berkas Chapter 11 Character.AI menunjukkan Disney menganggarkan sekitar US$180 juta selama tiga tahun untuk merekrut sebagian besar staf perusahaan rintisan chatbot itu, ditambah tawaran awal US$20 juta untuk lisensi kode dan patennya. Batas waktu penawaran pesaing jatuh pada 20 November.
Poin penting
- Disney memperkirakan akan mengeluarkan sekitar US$180 juta selama tiga tahun untuk gaji dan retensi karyawan Character.AI yang direkrutnya, menurut berkas Chapter 11 perusahaan chatbot itu di Delaware, sebagaimana dilaporkan The Next Web dan People Matters.
- Secara terpisah, sebuah entitas Disney mengajukan tawaran awal (stalking-horse bid) senilai US$20 juta untuk lisensi noneksklusif dan permanen atas sebagian teknologi Character.AI, termasuk kode dan sembilan paten. Aplikasi, merek, data pengguna, percakapan pengguna, dan model jadi tidak termasuk.
- Penawaran pesaing paling lambat diajukan pada 20 November 2026, dengan kemungkinan lelang pada 23 November dan sidang penjualan pada 24 November, menurut pembacaan The Next Web atas berkas tersebut.
- Kesepakatan ini menyusul pengangkatan mantan kepala eksekutif Character.AI, Karandeep Anand, sebagai kepala teknologi pertama Disney, dan terjadi beberapa bulan setelah Disney mulai memangkas sekitar 1.000 pekerjaan.
Isi berkas kepailitan
Character Technologies, perusahaan di balik platform chatbot Character.AI, mengumumkan pada Senin, 12 Oktober 2026, bahwa pihaknya telah mengajukan perlindungan Chapter 11 di pengadilan kepailitan federal di Delaware. Perusahaan berencana menjual seluruh atau hampir seluruh asetnya melalui proses yang diawasi pengadilan. Menurut Reuters, sebagaimana dikutip The Next Web, permohonan itu mencantumkan estimasi aset dan kewajiban masing-masing di kisaran US$50 juta hingga US$100 juta.
Ketentuan paling rinci terdapat dalam dokumen prosedur penawaran yang diajukan sehari kemudian. Lampirannya memuat lembar kesepakatan bertanggal 18 September 2026 antara Character.AI dan Disney. Bloomberg pertama kali melaporkan ketentuan terkait karyawan pada 17 Oktober, dan media lain kemudian memberitakan dokumen yang sama.
Berkas tersebut menggambarkan dua transaksi yang saling terkait. Dalam transaksi pertama, Disney langsung merekrut sebagian besar tenaga kerja Character.AI. Dalam transaksi kedua, Disney menawar lisensi atas teknologi perusahaan rintisan itu. Lisensi tersebut harus melalui penjualan di pengadilan sehingga pembeli lain masih dapat mengalahkan tawaran Disney.
Anggaran gaji dan retensi
Menurut ringkasan The Next Web atas berkas tersebut, Disney mensyaratkan hingga enam karyawan kunci, termasuk kepala eksekutif, menerima pekerjaan di Disney, dan setuju menawarkan posisi kepada sedikitnya 60 orang lainnya. People Matters melaporkan bahwa 66 karyawan menerima tawaran. Berkas itu menyebutkan "sebagian besar" dari mereka menerimanya.
Disney memperkirakan kompensasi tahunan untuk sekitar 65 karyawan baru ini mencapai kira-kira US$60 juta, mencakup gaji, bonus, dan saham Disney. Disney juga akan mendanai kumpulan dana retensi US$30 juta yang sebagian dibayarkan pada ulang tahun pertama dan kedua kesepakatan kepada staf yang bertahan. Secara keseluruhan, Disney memperkirakan pengeluarannya untuk kelompok ini sekitar US$180 juta selama tiga tahun. Laporan yang telah terbit tidak menjelaskan secara tepat bagaimana dana retensi itu masuk ke dalam total tersebut: tiga tahun dari estimasi tahunan US$60 juta saja sudah berjumlah US$180 juta.
| Butir | Angka | Sumber |
|---|---|---|
| Estimasi pengeluaran Disney untuk staf yang direkrut | Sekitar US$180 juta selama tiga tahun | Berkas Delaware, via The Next Web |
| Estimasi kompensasi tahunan (sekitar 65 karyawan) | Sekitar US$60 juta per tahun (gaji, bonus, saham) | Berkas Delaware, via The Next Web |
| Dana retensi | US$30 juta, sebagian dibayarkan pada ulang tahun ke-1 dan ke-2 | Berkas Delaware, via The Next Web |
| Karyawan yang ditawari pekerjaan di Disney | 66 | People Matters |
| Tawaran stalking-horse untuk lisensi teknologi | US$20 juta | Mosi prosedur penawaran, via TechCrunch dan People Matters |
| Dibayarkan Disney sebelum pengajuan pailit | US$7,5 juta, termasuk deposit US$2 juta yang dapat dikembalikan | Berkas Delaware, via The Next Web |
| Estimasi aset dan kewajiban | US$50 juta hingga US$100 juta | Permohonan Chapter 11, via TechCrunch dan Reuters |
Berkas tersebut menjelaskan alasan perusahaan menyetujui pengaturan ini. Di dalamnya disebutkan "pengunduran diri karyawan yang terus meningkat", pasar talenta AI yang sangat kompetitif, ketidakpastian nilai saham karyawan, dan saldo kas yang terus menyusut. Dengan kata lain, perusahaan rintisan itu berisiko kehilangan para insinyurnya sebelum pembeli ditemukan.
Tawaran US$20 juta untuk kode dan paten
Bagian kedua adalah tawaran stalking-horse senilai US$20 juta dari Disney Worldwide Services. Tawaran stalking-horse menetapkan harga minimum yang harus dilampaui penawar lain dalam lelang. Menurut People Matters, tawaran itu mencakup lisensi noneksklusif dan permanen atas kode di balik sistem pelatihan, keamanan, dan penyajian (serving) Character.AI, sembilan paten, serta klaim tertentu milik perusahaan. The Next Web menambahkan bahwa teknologi yang dilisensikan mencakup perangkat keamanan seperti model prediksi usia dan perangkat moderasi kepercayaan dan keamanan (trust and safety).
Beberapa hal secara tegas dikecualikan: aplikasi dan merek Character.AI, data dan percakapan pengguna, data pelatihan, serta model AI jadi. Semua itu tetap berada dalam harta pailit. Karena lisensinya noneksklusif, Character.AI pada prinsipnya masih dapat menjual atau melisensikan teknologi yang sama kepada pembeli lain.
The Next Web melaporkan bahwa Disney membayar US$7,5 juta sebelum kepailitan, termasuk deposit US$2 juta yang dapat dikembalikan. Media itu juga melaporkan bahwa Disney tidak menanggung satu pun kewajiban perusahaan, dan Character.AI telah meminta pengadilan menyetujui penjualan bebas dari klaim tanggung jawab penerus (successor liability). Berkas tersebut menyatakan bahwa "Disney mensyaratkan transaksi dituntaskan sepenuhnya melalui proses penjualan chapter 11."
Jadwal November
Character.AI memperkirakan proses penjualan selesai pada akhir November atau awal Desember. The Next Web menyebutkan tanggal-tanggal penting dalam prosedur yang diusulkan. Tanggal-tanggal ini masih bergantung pada persetujuan pengadilan.
- 20 November 2026: batas waktu penawaran pesaing.
- 23 November 2026: lelang, bila ada penawaran pesaing yang memenuhi syarat.
- 24 November 2026: sidang penjualan.
Bila tawaran Disney dikalahkan, menurut The Next Web, penawar pemenang dapat mewawancarai hingga 80% staf yang direkrut Disney dan memberi mereka tawaran. Platform tetap berjalan selama penjualan. Kepala eksekutif Colin Adams mengatakan kepada TechCrunch bahwa bila tidak ada tawaran yang layak, "platform akan dihentikan."
Mengapa pembeli sulit ditemukan
Menurut berkas tersebut, Character.AI mulai mencari pembeli pada Agustus 2025, dan bank penasihatnya mendekati sekitar 28 pihak. Berkas itu menyebutkan para pihak menyukai produk dan basis penggunanya, tetapi melihat risiko hukum yang terlalu besar: "Beban litigasi dan regulasi yang membayangi Character terlalu berat."
Beban tersebut terdokumentasi dengan baik. TechCrunch melaporkan bahwa perusahaan digugat pada Oktober 2024 setelah keluarga seorang remaja mengaitkan kematiannya dengan platform itu. Texas membuka penyelidikan tentang privasi dan keselamatan anak pada Desember 2024. Pada Januari 2026, Character.AI menyelesaikan beberapa gugatan, menambah fitur keamanan, dan melarang anak di bawah umur menggunakan platform. Pada 2024, Google membayar US$2,7 miliar untuk melisensikan model perusahaan rintisan itu dan merekrut kembali para pendirinya, menurut TechCrunch.
Mengapa Disney membeli talenta AI setelah melakukan PHK sendiri
Kesepakatan ini datang pada saat yang canggung bagi tenaga kerja Disney. Pada April 2026, Disney mulai memangkas sekitar 1.000 pekerjaan. Reuters melaporkan bahwa pemangkasan itu menyasar bagian pemasaran, bisnis studio dan televisi, ESPN, produk dan teknologi, serta sejumlah fungsi korporat. Dalam memo yang dilihat Reuters, kepala eksekutif Josh D'Amaro mengatakan kepada staf bahwa perusahaan akan "menghapus sejumlah posisi di beberapa bagian perusahaan."
Dorongan AI Disney bergerak ke arah yang berbeda. Pada 18 September 2026, perusahaan mengumumkan bahwa Karandeep Anand, mantan kepala eksekutif Character.AI, akan menjadi kepala teknologi (chief technology officer) pertamanya, jabatan yang baru dibentuk. Anand mulai bertugas pada 2 Oktober dan melapor kepada D'Amaro. Cakupan tugasnya meliputi teknologi perusahaan, infrastruktur, platform data dan AI, serta produk dan rekayasa. Merekrut tim yang sudah ada memberi Disney sekelompok insinyur yang sudah memahami sistem satu sama lain. Merekrut puluhan spesialis AI satu per satu kemungkinan akan memakan waktu jauh lebih lama.
Hubungan keduanya tidak selalu bersahabat. Pada September 2025, Disney mengirimkan surat somasi (cease-and-desist) kepada Character.AI terkait chatbot yang meniru karakter Disney, menurut People Matters dan The Next Web. People Matters menggambarkan kesepakatan saat ini sebagai "perluasan kemampuan teknologi Disney, bukan akuisisi platform Character.AI."
Apa artinya
Pengaturan ini mengikuti pola yang sudah lazim di industri AI: perusahaan besar merekrut tim sebuah perusahaan rintisan dan melisensikan teknologinya tanpa membeli perusahaan atau kewajibannya. Yang tidak biasa kali ini, kesepakatan berjalan melalui pengadilan kepailitan sehingga ketentuannya tercatat secara publik. Estimasi US$180 juta jauh di atas tawaran US$20 juta untuk teknologinya. Selisih itu menunjukkan Disney menilai orang-orangnya jauh lebih tinggi daripada kodenya.
Bagi pengguna Character.AI, pertanyaan utamanya adalah apakah ada pembeli lain yang akan mengambil alih pengelolaan aplikasi. Tawaran Disney tidak mencakup aplikasi, merek, maupun data pengguna. Bila tidak ada yang menawar aset tersebut hingga 20 November, perusahaan menyatakan layanan dapat dihentikan. Bagi perusahaan rintisan AI lain yang menghadapi gugatan dan tekanan regulasi, kasus ini menunjukkan betapa sulitnya menjual bisnis chatbot konsumen. Bahkan produk mapan dengan basis pengguna besar tidak menarik pembeli untuk perusahaan secara utuh.
Beberapa hal masih belum diketahui, termasuk apakah akan ada penawaran pesaing, bagaimana pengadilan memutus permintaan terkait tanggung jawab penerus, dan apa yang ingin dibangun Disney bersama tim tersebut.
Pertanyaan umum
Berapa yang akan dikeluarkan Disney untuk karyawan Character.AI?
Menurut berkas Chapter 11 Character.AI, Disney memperkirakan akan mengeluarkan sekitar US$180 juta selama tiga tahun untuk gaji dan retensi staf yang direkrutnya. Jumlah itu mencakup kompensasi sekitar US$60 juta per tahun untuk sekitar 65 karyawan dan dana retensi US$30 juta.
Apakah Disney membeli Character.AI?
Tidak. Disney merekrut sebagian besar staf dan mengajukan tawaran awal US$20 juta untuk lisensi noneksklusif dan permanen atas sebagian teknologinya, termasuk kode dan sembilan paten. Aplikasi, merek, data pengguna, percakapan, dan model jadi tidak termasuk dalam tawaran itu.
Kapan batas waktu penawaran pesaing?
Berdasarkan prosedur yang diusulkan, penawaran pesaing paling lambat diajukan pada 20 November 2026, dengan kemungkinan lelang pada 23 November dan sidang penjualan pada 24 November, dengan syarat disetujui pengadilan.
Apakah aplikasi Character.AI akan ditutup?
Platform tetap berjalan selama proses penjualan. Perusahaan menyatakan layanan akan dihentikan bila tidak ada tawaran yang layak untuk bisnisnya.
Sumber
- Character Technologies, Inc. — Chapter 11 voluntary petition (U.S. Bankruptcy Court, District of Delaware), via Stretto
- The Next Web — Disney to spend $180M on Character.AI staff over three years, filing shows
- The Next Web — Character.AI files for bankruptcy as Disney bids $20M for some assets
- TechCrunch — Just 5 years in, interactive chatbot platform Character.AI files for bankruptcy
- People Matters — Disney offers jobs to 66 Character.AI employees
- The Walt Disney Company — Karandeep Anand named to newly created role of Chief Technology Officer
- Reuters via NewsNation — Disney cutting 1,000 jobs, CEO Josh D'Amaro tells employees